banner octafx broker forex terbaik
How to Start a Blog? Panduan Membuat Blog Hanya 30 Menit

Cara Manajemen Risiko dalam Dunia Forex

Cara Manajemen risiko dalam Dunia Forex – Beberapa dari Anda mungkin sudah tahu bahwa forex bisa memicu kerugian besar jika salah prediksi atau analisa, dan Anda juga harus paham betul bahwa forex memang merupakan jenis investasi jangka pendek dengan keuntungan besar namun juga memiliki risiko besar, maka itulah mengapa diciptakan manajemen risiko dalam dunia forex. Sehingga risiko-risiko loss bisa diminimalisir hingga sekecil mungkin.

manajemen risiko forex

Hal ini mungkin juga menjadi pembeda antara trading forex dan berjudi. Karena Anda juga pasti pernah dengar tentang trading forex yang sering disamakan dengan berbagai macam bentuk perjudian.

Padahal keduanya adalah 2 hal yang berbeda. Forex selalu dilakukan dengan pembelajaran, ada ilmunya, penuh perhitungan, analisa dan risk management layaknya sebuah bisnis atau investasi saham. Sedangkan judi dilakukan tanpa perhitungan apapun alias hanya tebak-tebakan, prediksi dan berdasarkan keberuntungan saja.

Baca : Jenis Bonus Dalam Forex Dan Bagaimana Memanfaatkannya

Apa itu Risk Management?

Risk management atau manajemen risiko sendiri merupakan sebuah proses, strategi, tahapan dan analisis untuk mengelola sebuah ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman. Dalam bisnis dan dunia forex, ancaman yang dimaksud adalah loss atau kerugian dalam bentuk materil.

Jika Anda pernah belajar dalam dunia manajemen, akuntansi dan bisnis, pastinya materi mengenai manajemen risiko ini sudah tidak asing lagi. Sebab bisnis apapun sangat membutuhkan manajemen ini agar tidak mendapatkan kerugian yang besar atau berkelanjutan.

Manajemen risiko tidak lakukan untuk menghilangkan risiko kerugian sepenuhnya hingga 0%. Namun, manajemen ini digunakan untuk meminimalisir kerugian beruntun yang terjadi dalam sebuah bisnis. Dengan begitu walaupun ternyata keputusan yang diambil membawa kerugian, pengusaha tersebut masih memiliki modal untuk mengambil keputusan berikutnya untuk mengembangkan bisnis.

Baca : Cara Trading Forex dengan Kalender Ekonomi

Fungsi Manajemen Risiko dalam Dunia Forex

Manajemen risiko digunakan untuk mengelola dan mengetahui potential loss alias potensi kerugian dari analisa yang Anda buat. Sebenarnya, analisa dan manajemen seperti ini digunakan dalam semua jenis bisnis, asuransi, maupun investasi ketika ingin mengambil keputusan besar.

Sedangkan dalam dunia trading forex sendiri, tiap langkah yang akan Anda buat adalah keputusan besar. Sebab trading merupakan jenis investasi high risk, high return.

Jadi setiap keputusan harus dianalisa menggunakan manajemen risiko untuk menghitung berapa persentase Anda mengalami kerugian. Biasanya jika persentase melebihi angka 5%, maka trading harus dibatalkan karena risikonya terlalu besar.

Dengan begitu walaupun Anda mengalami loss secara berturut-turut, masih ada sisa modal yang cukup besar untuk membuka posisi trading berikutnya dengan keyakinan Anda akan mendapatkan profit yang lebih besar daripada loss.

Sebagai contoh bila Anda memiliki modal $1000 dan menerapkan manajemen risiko dalam dunia forex sebesar 5%, maka tiap kali Anda mengalami loss akan ada $50 yang hilang dari modal utama. Sedangkan masih ada sisa $950 lagi yang bisa digunakan untuk sesi trading berikutnya.

Ketika Anda mengalami loss sebanyak 10 kali berturut-turut, maka masih ada $600 dari modal awal yang bisa dimanfaatkan untuk mengembalikan keadaan di kemudian hari.

Sedangkan bila manajemen risiko yang diterapkan adalah 10%, maka tiap kali Anda mengalami loss akan ada $100 yang hilang dari modal awal. Jika loss terjadi sebanyak 10 kali berturut-turut, maka sisa modal yang Anda miliki hanya tersisa $350 dari modal awal. Artinya Anda rugi sebesar $650.

Baca : Strategi Kunci Sukses Dalam Perdagangan Valas

Cara Menerapkan Manajemen Risiko dalam Dunia Forex

Setelah Anda mengetahui apa itu manajemen risiko dalam dunia forex, sekarang waktunya mempelajari tindakan apa yang bisa dilakukan ketika kerugian sudah mendekati ataupun menyentuh jumlah risiko yang diperhitungkan.

1. Averaging

Ketika nilai kerugian sudah menyentuh persentase yang sudah diperhitungkan, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah melakukan averaging. Averaging merupakan tindakan untuk menyeimbangkan potential loss dan potential win yang bisa diperoleh.

Averaging hanya boleh dibuka ketika nilai kerugian belum menyentuh angka 2%. Misalnya ketika baru 0,5 atau 1%, Anda masih boleh bersiap-siap membuka melakukan averaging.

Caranya adalah dengan membuka kembali posisi kemana arah pasar tersebut sedang berlangsung tanpa menutup posisi awal. Cara ini memang membutuhkan modal yang lebih besar, tapi sebagai gantinya Anda juga memiliki risiko kerugian yang lebih rendah.

2. Switching

Tindakan berikutnya yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir kerugian adalah dengan switching. Switching adalah membuka posisi mengikuti arah pasar dan menutup posisi pertama yang sudah Anda buka dan salah perhitungan sebelumnya.

Berbeda dengan averaging, switching tidak membutuhkan modal yang begitu besar. Namun tidak bisa menjamin pula nilai keuntungan yang akan Anda peroleh menjadi lebih besar dan menutup kerugian yang sudah diterima dari posisi pertama. Namun, setidaknya cara kedua ini dapat meminimalkan kerugian Anda di posisi awal trading.

3. Cut Loss

Keputusan terakhir yang perlu diambil ketika kerugian sudah menyentuh angka di atas 2% adalah melakukan cut loss. Bisa dibilang, cut loss merupakan keputusan paling akhir yang akan langsung mengakhiri sesi trading Anda pada hari itu.

Dengan cut loss, Anda hanya perlu menutup posisi saja tanpa mendapatkan keuntungan apapun. Tapi setidaknya, kerugian yang harus Anda terima tidak terlalu besar dan masih bisa menyisakan untuk modal trading berikutnya.

Cut Loss memang merupakan kondisi yang sering tidak bisa diterima oleh para trader pemula, karena mereka beranggapan bahwa harus profit dalam setiap trading yang dilakukan dan mendapatkan keuntungan setiap hari, dan itulah kesalahan besar setiap trader.

Anda harus ingat bahwa masih ada posisi trading yang bisa Anda buka di hari esok dengan kesiapan yang matang, selalu ingat bahwa nafsu akan menghilangkan semua modal Anda, Anda harus kembali mengkoreksi apa kesalahan dan membaca lagi analisa dengan tenang sebelum trading kembali.

Baca : Pengaruh Peningkatan Spread Pada Trading Forex Anda

Seperti itulah manajemen risiko dalam dunia forex. Dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan manajemen risiko dalm trading forex, Anda juga perlu mengatur ego, nafsu dan emosi untuk tidak mempertahankan analisa yang sudah dibuat setelah kenyataan di pasar tidak sesuai ekspektasi, karena permainan forex pada dasarnya adalah mempermainkan kelemahan-kelemahan manusia (ego, nafsu, keserakahan dan emosi) itu sendiri.

Anda Terbantu artikel ini? Silahkan bergabung dengan centerklik di Twitter dan Google+.

10 top hosting!

Register Now: TOP 10 Hosting

Dapatkan Hosting Murah dengan Kualitas Terbaik. For Serious Blogger! View Deals

Niagahoster

Rp.26.000/Bln Free Domain, Unlimited Space & Bandwidth Get Host

IDCloudhost

Rp.30.000/Bln Free Domain, Unlimited Space & Bandwidth Get Host

Bluehost Hosting

$2.95/Month Free Domain, Unlimited Space & Bandwidth Get Host

iPage Hosting

$1.99/Month Free Domain, Unlimited Space & Bandwidth Get Host

SiteGround Hosting

$3.45/Month Free Domain, Unlimited Space & Bandwidth Get Host

Hostgator

$3.95/Month Free Domain, Unlimited Space & Bandwidth Get Host

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Must Read...!
Tips dan Cara Belanja Online di Luar Negeri

Tips dan Cara Belanja Online di Luar Negeri - Belanja online saat ini memang...

8 Software Video Editing Gratis dan Terbaik

Software Video Editing Gratis dan Terbaik. Ketika Anda ingin mengedit video, ada begitu banyak...

Close